Belajar Dari Seorang Penjaga Villa Pantai Sawarna

Sabtu, 4 Mei 2019.

Setelah jenuh dengan kesibukan pekerjaan, maka saya sempatkan untuk melepas penat di pantai sawarna banten.

WhatsApp Image 2019-05-14 at 23.26.41(1)Berangkat dari bogor pada jam 5 sore, saya pacu laju motor menuju pantai sawarna berharap dapat menikmati pagi sembari menyeruput kopi di pinggir pantai. Setelah tiba di pantai kami mampir di villa pinggir pantai milik Teh Teti (38) atau yang sering disapa mamah eza.

Suasana penginapan yang cukup nyaman dengan akses dekat pantai mejadikan suasana berlibur menjadi lebih seru, tidak hanya itu penginapan di villa mamah eza tersebut memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan makanan yang enak. Harga yang di tawarkan di penginapan pun terbilang cukup murah sehingga saya tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Ada hal menarik dari pembicaraan saya dengan beliau, sambil menikmati kopi hitam saya mulai ngobrol tentang letihnya menjadi seorang karyawan yang di tuntut deadline yang sangat padat.

Dengan sedikit penasaran saya bertanya pada beliau sudah berapa lama ia menjadi seorang penjaga penginapa di pantai sawarna, Dengan sikap yang ramah beliau menanggapi pertanyaan tersebut, “saya mulai usaha menjaga penginapan sudah dari tahun 2009 hingga sampai saat ini”.

Kemudian saat beliau bercerita tentang suka duka menjadi seorang penjaga penginapan di pinggir pantai ada kalimat kenapa beliau memilih untuk membuka usaha tersebut ” saya sebagai seorang ibu harus bisa membantu suami karena dengan berwirausaha setidaknya saya bisa lebih mandiri” dan ada beberapa faktor yang beliau jaga apabila suatu saat sang suami tidak lagi dapat bekerja karena usia yang mulai tua atau terjadi resiko kecelakaan kerja yang dapat mengancam keberlangsungan ekonomi keluarga tersebut. Dengan menjadi wirausahawan saya dapat membangun Asset tabungan saya sendiri untuk cadangan hari tua nanti.

Mendengar alasan beliau membuat saya sadar bahwa kita harus melek finansial. Di Indonesia sendiri, kesadaran keuangan atau melek finansial masih rendah. Hal tersebut karena sebagian masyarakat masih mengangap bahwa membahas keuangan adalah hal yang tabu. 

Dengan kondisi keuangan yang stabil, tentunya saya bisa mengatasi berbagai masalah yang mungkin akan saya hadapi kedepannya. Bukan hanya itu, dengan melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, berarti saya juga sudah memperbaiki pola kehidupan yang mungkin tadinya cukup konsumtif, menjadi lebih hemat dan lebih teratur.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s